Wednesday, 26 May 2010

Gadis Lugu

Ada seorang gadis desa dengan ragu-ragu masuk ke Wartel 24 jam pada waktu tengah malam.
Perempuan itu kemudian berbicara dengan cowok Penjaga Wartel tersebut.

Perempuan: “Mas, aku mau pakai telpon tapi aku nggak punya uang.

Penjaga: Lha, mana bisa pakai telpon tapi tidak bayar.”

Perempuan: “Tapi ini penting sekali dan saya harus telpon ibu saya dikampung.”

Penjaga: “Ya, itu kan masalah anda pribadi tetapi kalau telpon disini yah… harus bayar.”

Perempuan: “Tolonglah mas, ini benar-benar penting… Saya mau melakukan apa saja yang penting saya harus bisa telpon ibu saya dikampung.”

Penjaga itu berpikir sebentar dan tiba-tiba dia tersenyum…
Penjaga: “Benar ya?, begini aja saya bisa bantu mBak untuk telpon ke kampung tapi mBak harus mau mengikuti kemauan saya.”

Perempuan itu kemudian dengan ragu-ragu menganggukkan kepalanya tanda setuju.

Penjaga: “Mbak, ikut saya ke belakang (sambil tersenyum mesum)”Kemudian dengan dituntun oleh Penjaga Wartel, mereka berdua berjalan kebagian belakang Wartel.

Penjaga: “Sekarang mBak harus jongkok katanya sambil berdiri dihadapan si mBak.”

Penjaga itu kemudian membuka celananya dan mengeluarkan “anu”nya pas didepan wajah si mBak yang dalam posisi jongkok.

Penjaga: “Ayo…” (katanya dengan tidak sabar)Perempuan itu kemudian dengan sangat ragu-ragu dan perlahan menggenggam “anu” si Penjaga. Penjaga itu benar-benar sudah BT (birahi tinggi) dan mulai habis batas kesabarannya.

Penjaga: Ayo cepat… tunggu apa lagi? … kamu jadi mau telpon atau tidak..?

Perempuan itu dgn gemetar mendekati “anu” dalam genggamannya… dan berkata, “Halo… Halo…, ini Ibu ya?”

No comments:

Post a Comment

Beautiful Jewelry