Friday, 21 May 2010

Tabrakan Kereta

Sarjo melamar pekerjaan sebagai penjaga lintasan kereta api. Dia diantar menghadap Pak Banu, kepala bagian, untuk sebuah wawancara.

"Seandainya ada dua kereta api berpapasan pada jalur yang sama, apa yang akan kamu lakukan?," tanya Pak Banu, ingin mengetahui seberapa cekatan si Sarjo ini.

"Saya akan pindahkan salah satu kereta ke jalur yang lain," jawab Sarjo dengan yakin.

"Kalau handle untuk mengalihkan rel-nya rusak, apa yang akan kamu lakukan?," tanya Pak Banu lagi.

"Saya akan turun ke rel dan membelokkan relnya secara manual," jawab Sarjo tegas.

"Kalau macet atau alatnya rusak bagaimana?," tanya Pak Banu mengejar.

"Saya akan balik ke pos dan menelpon stasiun terdekat," jawab Sarjo mencari jawaban.

"Kalau telponnya lagi dipakai?," tanya pak Banu terus mengejar.

"Saya akan lari ke telpon umum terdekat?," jawab Sarjo mencar-cari jawaban.

"Kalau rusak?," tanya Pak Banu terus mendesak.

"Saya akan pulang menjemput kakek saya," jawab Sarjo sedikit mengagetkan.

"LHO?", tanya Pak Banu heran dengan jawaban Sarjo.

"Karena seumur hidupnya yang sudah 73 tahun, kakek saya belum pernah melihat kereta api tabrakan.

No comments:

Post a Comment

Beautiful Jewelry