Wednesday, 9 June 2010

Ujian Pra Nikah

Sebelum aku menikah, banyak hal yang memang harus dipersiapkan. Sebelum hari pernikahan itu tiba, aku berkali-kali mondar-mandir dari rumahku ke rumah calon istriku. Banyak hal yang harus dipersiapkan, banyak hal yang harus dibicarakan. Mulai dari persiapan gedung, materi acara, persiapan cetak undangan, catering, dan lain-lain. Karena itu hampir setiap hari aku selalu ada di rumah calon istriku. Bahkan terkadang aku nginep di kamar kosong di lantai atas.

Siang itu di hari minggu, ketika rumah sedang sepi, aku justru berada di kamar atas, berbaring seorang diri. Saat itulah tiba-tiba Mia adik istriku membuka pintu dan masuk ke dalam kamarku. Mia sangat cantik, tidak begitu tinggi, tapi Mia memiliki body super bohay yang aduhai. Sangat sexy dan berkulit putih bersih. Saat masuk ke kamar, Mia mengenakan tank top dan celana pendek saja. Tentu saja aku kaget melihat penampilannya, apalagi Mia mengunci pintu dari dalam.

Aku lalu duduk di tepi tempat tidur, kemudian Mia duduk di sampingku. "Mas. Aku mau ngomong sesuatu. Mungkin mas udah bisa menebak arah pembicaraan saya. Mungkin mas sebenarnya sudah tahu isi hatiku terhadap mas."

Glek, gak salah nih...berarti selama ini aku melihat Mia sering melirik-lirik ke aku. Ternyata bukan cuma aku yang GR. Ternyata dia sebenarnya suka padaku. Mia lalu berkata lagi sambil meraba bahu aku. "Aku mencintai mas sejak pandangan pertama. Aku ingin memiliki Mas, tapi itu tidak mungkin".

"Mia, kau tau..." kataku, tapi Mia keburu memotong. "Aku tau Mas. Aku tau Mas lebih memilih kakakku. Tapi mungkin cuma ini kesempatannya Mas. Aku akan memberikan semua untukmu, sekarang, Mas... sekarang atau tidak sama sekali. Karena hari-hari berikutnya, mas sudah menjadi milik kakakku dan kesempatan itu tidak akan ada lagi." Nafasnya agak memburu, tatapan matanya nakal dan meminta.

Ya ampun, dia menawarkan dirinya untukku. Demi cintanya! Seketika itu juga aku langsung berdiri dan berlari keluar. Aku lari turun tangga. Nafasku ngos-ngosan. Aku terus berlari menjauhi kamar, menuju pintu depan. Di kepalaku cuma ada satu pikiran, "aku harus secepatnya menuju mobilku yang aku parkir di depan rumah!!!"

Siapa sangka ketika pintu aku buka, di teras telah berkumpul semua orang. Ada calon istriku, Ada mertua, ada sepupu-sepupu, oma, opa, pokoknya semua ada di situ seperti sedang menunggu aku.

Ayah mertuaku seketika memelukku "Kamu luar biasa. Kamu baru saja dites oleh Mia adik kamu dan kau lulus, nak. Kau tidak tergoda!! Kami bangga pada laki-laki sepertimu."

Calon istriku menitikkan air Mata penuh cinta.
Semua memelukku. Akhirnya aku dan calon istriku menikah, dan kami hidup bahagia.

"Padahal tadi itu aku pengen mengambil kondom di dalam mobilku" kataku dalam hati.

No comments:

Post a Comment

Beautiful Jewelry